AIR PENYUCIAN PART 2
Hukum baca Basmalah pada Wuduk: Sunat
Lupa baca pada pemulaan, baca ketika ambil wuduk.
Lupa baca pada pengakhiran, wuduk tetap sah
Malah setiap pergerakan wuduk ada bacaannya yang dilakukan ulama salaf!
Selepas baca Bismillah:
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini suci.
“Sangat sedikit sekali di antara hamba-Ku yang mau bersyukur.” (QS. Saba': 13)
Kumur:
Ya Allah berilah ku minum dari telaga nabi Mu (Al Haudh) segelas yang apabila meminumya tidak akan dahaga selamanya.
Baginda bersabda dalam sebuah hadis yang bermaksud :
“Kolamku luasnya sebulan perjalanan, airnya lebih putih daripada susu, baunya lebih harum daripada bau kasturi dan bekas minumnya sebanyak bintang di langit. Sesiapa yang meminumnya tidak akan dahaga selama-lamanya.” (Riwayat al-Bukahri dan Muslim)
Cuci hidung:
Ya Allah, janganlah engkau halangi daripada wangian dari nikmat dan syurga Mu.
"...bau syurga itu dapat dikesan baunya dari sejauh perjalanan tujuh puluh tahun”
[HR Ahmad (18072)]
Basuh muka:
Ya Allah putihkanlah wajahku di hari ada wajah putih dan hitam.
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ (22) إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ (23) وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ (24) تَظُنُّ أَنْ يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ (25)
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat. Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.
Basuh tangan:
Ya Allah berilah kitab amalku di tanganku bukan dikiriku
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ (19) إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ (20) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (21) فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ (22) قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ (23) كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ (24)
Adapun orang-orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata.”Ambillah, bacalah kitabku(ini).”Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai, dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan), "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ (25) وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ (26) يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ (27) مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ (28) هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ (29) خُذُوهُ فَغُلُّوهُ (30) ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ (31) ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ (32) إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ (33) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (34) فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ (35) وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ (36) لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ (37)
Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata,'' Wahai, alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai, kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesaatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku." (Allah berfirman), "Peganglah dia, lalu belenggulah tangannya ke lehernya.” Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini di sini, Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.
Cuci telinga:
Ya Allah jadikanlah diriku termasuk golongan suka mendengar perkataan yang baik.
Basuh kaki
Ya allah, permudahkanlah kedua tapak kakiku di atas titian sirat.
Nabi SAW bersabda
"Kemudian didatangkan jambatan lalu dibentangkan di atas permukaan neraka Jahanam.
Kami (sahabat) bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana (bentuk) jambatan itu?"
Jawab beliau: "Licin (lagi) mengelincirkan. Di atasnya terdapat besi-besi pengait dan kawat berduri yang hujungnya bengkok, ia bagaikan pohon berduri di Najd, dikenal dengan pohon Sa'dan…"
(Muttafaqun 'alaih)
Dari Umar bin al-Khattab r.a. dari Nabi s.a.w.,sabdanya:"
Tiada seorang pun dari kamu sekalian yang berwudhu' lalu ia menyampaikan yakni menyempurnakan wudhu'nya, kemudian mengucapkan:
أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ.
Maksudnya:


Comments
Post a Comment